1. Mulai dari jenis dokumen
Tentukan terlebih dahulu apakah Anda membutuhkan undang-undang, peraturan kepolisian, peraturan kepala kepolisian, keputusan, instruksi, putusan, monografi, atau artikel. Jenis dokumen membantu mempersempit ruang pencarian dan menghindari hasil yang terlalu luas.
2. Periksa nomor dan tahun
Nomor dan tahun merupakan identitas penting sebuah regulasi. Dua dokumen dengan judul serupa dapat memiliki tahun atau nomor berbeda sehingga menghasilkan konteks hukum yang berbeda pula.
3. Baca judul dan materi pokok
Judul memberikan gambaran awal tentang objek yang diatur. Selanjutnya, pahami materi pokok, ruang lingkup, dan istilah penting yang digunakan di dalam dokumen.
4. Periksa hubungan antarperaturan
Regulasi jarang berdiri sendiri. Sebuah peraturan dapat memiliki dasar hukum, perubahan, pencabutan, atau hubungan dengan regulasi lain. Karena itu, penelusuran sebaiknya dilakukan secara berantai agar konteksnya tidak terputus.
5. Gunakan dokumen sebagai sumber belajar
Dokumen hukum merupakan sumber primer atau bahan hukum yang perlu dibaca dengan cermat. Artikel dan berita dapat membantu memberikan konteks, tetapi pemahaman akhir terhadap norma tetap harus merujuk pada naskah dokumen yang relevan.